BINUS Creates Outlook 2027: Merumuskan Strategi Bisnis dan Kepemimpinan di Era AI
Menavigasi ketidakpastian ekonomi makro menuntut perusahaan untuk memiliki strategi yang tidak hanya mengandalkan kecanggihan teknologi, tetapi juga berpusat pada nilai-nilai kemanusiaan demi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Berangkat dari semangat ini, BINUS Creates sukses menggelar simposium eksekutif bertajuk “Human-Centric AI for an Age of Uncertainty and Sustainable Growth” bertempat di Auditorium BINUS @Alam Sutera pada Kamis (29/10/2026)
Rangkaian acara dibuka dengan sambutan dari CREATES Director, Prof. Firdaus Alamsjah, Ph.D. Dalam sambutannya, dia menegaskan komitmen BINUS Creates untuk mendampingi transformasi industri. “Saya berharap acara ini dapat menjadi hari yang produktif untuk semua yang sudah hadir dalam merumuskan langkah inovasi perusahaan ke depan,” kata Prof. Firdaus Alamsjah, Ph.D.
Mengupas Lanskap Finansial dan Ekonomi Makro
Rangkaian acara pagi dimulai dengan Morning Talkshow bertajuk “Dompet di Era AI: Lucu-Lucu Berisiko”. Talkshow pembuka ini menghadirkan Ligwina Hananto, Founder & CEO of QM Financial, Financial Trainer, sekaligus Stand-up Comedian, yang membedah literasi keuangan modern dengan gaya khasnya. Sesi ini dipandu oleh Dr. Dea Prasetyawati, S.ST.Par.,M.M. (Dean Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism).

Diskusi strategis kemudian berlanjut ke sesi Morning Symposium dengan topik “Membaca Sinyal Ekonomi Masyarakat: Konsumsi, Investasi, dan Ketidakpastiannya”. Sesi ini menghadirkan perpaduan perspektif praktisi dan akademisi, yaitu Junus Koswara (Direktur Utama & Plt. Direktur Merchandising PT Kimia Farma Apotek) bersama Prof. Dezie L. Warganegara Ph.D. (BINUS Business School Executive Dean). Keduanya memetakan arah konsumsi pasar yang krusial untuk perencanaan bisnis pada tahun mendatang.

Rangkaian sesi pagi dilanjutkan dengan BINUS Creates yang memberikan apresiasi atas dedikasi dan kolaborasi yang luar biasa melalui penganugerahan Facilitator Awards kepada para fasilitator BINUS Creates dalam berbagai kategori, dilanjutkan dengan penyerahan BINUS Creates Awards kepada sejumlah mitra strategis.

Membedah Arah Kebijakan AI dan Kepemimpinan Adaptif

Memasuki sesi siang, panggung utama menghadirkan Symposium 1 yang membahas urgensi teknologi nasional dengan tema “National AI Direction: Kebijakan, Riset, dan Manusia”. Simposium ini diisi oleh Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., MTI. (Dean of School of Computer Science, BINUS University) dan Andreas Tjendra (AI National Advisor), yang menyoroti bagaimana regulasi dan riset AI harus tetap menempatkan manusia sebagai sentral.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan sesi PROF:OUND yang menghadirkan Ir. Ricardo Irwan Rei, M.Sc., MBA (Managing Director, Strategic Technology Initiatives BPI Danantara) dan Dr. Jerry S. Justianto (Grage Group Advisor & Lecturer Binus Business School). Sesi yang dipandu oleh Prof. Firdaus Alamsjah, Ph.D. ini menajamkan visi para eksekutif terkait ketangkasan leadership dalam menavigasi disrupsi teknologi.
Sesi Paralel Taktis dan Penutup Berwawasan Global

Untuk memfasilitasi ragam kebutuhan spesifik para peserta yang hadir, salah satu rangkaian acara BINUS Creates Outlook 2027 adalah adanya kelas paralel yang lebih taktis dan aplikatif. Pada Stream Class 1, Taufik Mulyadin, S.Pd., M.Ed., Ph.D., selaku People Development Expert sekaligus Fasilitator BINUS Creates, mengupas tuntas urgensi “Unlocking Critical Thinking in the Age of AI”. Sesi ini memberikan ulasan tajam bahwa di tengah derasnya arus informasi dan kemudahan otomatisasi yang ditawarkan AI, kemampuan berpikir kritis manusia justru menjadi filter esensial yang tak tergantikan dalam pengambilan keputusan strategis di perusahaan.

Sementara itu, di ruang Stream Class 2, Dr. Hidayaturrahman, S.Kom., M.Kom. (Concentration Content Coordinator AI, School of Computer Science BINUS University) menyoroti pentingnya sinergi melalui tema “Orchestrating Human Intelligence & Artificial Intelligence for the Future of Work”. Salah satu pembahasan di kelas ini adalah bahwa perusahaan tidak seharusnya memandang AI sebagai ancaman, melainkan sebagai instrumen yang harus dikelola dan diharmonisasi dengan kecerdasan manusia demi menciptakan masa depan kerja yang lebih produktif.

Antusiasme peserta juga terlihat pada sesi interaktif PSTALKS on Stage yang membawa obrolan seputar inklusivitas teknologi dengan tema “Belajar dari UMKM Indonesia: AI untuk Semua, atau untuk Sebagian?”. Menghadirkan David Alfa Sunarna (Techpreneur & Founder Web Ekspor – Alumnus BINUS University) dan Yohan Muliono, S.Kom., M.TI., CND, CEHmaster, eMAPT (Head of Cybersecurity Program BINUS University), audiens diajak melihat realitas adopsi teknologi di akar rumput. Keduanya secara apik membedah bagaimana AI kini bukan lagi sekadar privilese korporasi besar, melainkan alat pendorong daya saing bagi sektor UMKM tentunya jika diiringi kesadaran keamanan siber yang mumpuni.

Sebagai puncaknya, simposium akhir menutup seluruh rangkaian acara dengan wawasan global berskala besar bertajuk “Belajar dari Kecepatan China: Insight yang Bisa Ditiru Indonesia”. Sesi pamungkas ini menghadirkan Basuki Tjahaja Purnama (Gubernur Jakarta 2014-2017 & Komisaris Utama PT Pertamina 2019-2024) dan Dioz Brilliando (Deputy Chairman of HIPMI – China Global Investment Office). Keduanya memberikan paparan tajam mengenai etos kerja, eksekusi kebijakan, dan kecepatan inovasi yang dapat diadopsi oleh para pelaku industri di Indonesia.
Comments :